Reporter: Laela A | Editor: M.Ali B
PEKALONGAN, KABARKS.COM— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengoperasikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di tiga kabupaten melalui program Benteng Pangan Jateng.
Langkah ini berhasil memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) solar hingga 50 persen sekaligus memperluas akses pengairan lahan pertanian.
Saat ini, teknologi ramah lingkungan tersebut telah diterapkan di Desa Tengengwetan (Pekalongan), Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap dengan total cakupan area mencapai 50 hektare lahan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi hijau untuk menekan biaya produksi petani.
"Program Benteng Pangan Jateng yang kita lakukan hari ini adalah wujud nyata transformasi energi baru terbarukan, termasuk solar panel untuk pompa air pertanian," ujar Ahmad Luthfi saat meninjau penerapan PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026).
Luthfi menambahkan, penggunaan pompa surya tidak hanya ramah lingkungan karena mengurangi emisi bahan bakar fosil, tetapi juga lebih optimal karena dapat beroperasi sepanjang hari. Tiga lokasi awal ini disiapkan sebagai role model sebelum disosialisasikan dan diperluas ke kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
Ke depan, teknologi serupa akan dikembangkan untuk sektor kampung nelayan hingga UMKM.Selain untuk pertanian, Luthfi membeberkan bahwa teknologi pompa tenaga surya ini juga telah sukses dimanfaatkan untuk mendukung penanganan banjir di wilayah Sayung, Kabupaten Demak.
Perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, Kirom mengapresiasi penerapan teknologi pompanair ini, dengan teknologi ini akan berdampak penghematan Biaya.
"Sebelum ada pompa tenaga surya ini, mesin diesel kami membutuhkan sekitar 30 liter solar untuk mengairi sawah sehari semalam. Setelah pakai PATS, konsumsi solar turun drastis menjadi hanya 15 liter saja karena siangnya kami murni memakai tenaga matahari. Pompa solar hanya dipakai malam hari, jadi ongkos produksi minimal bisa ditekan sampai seperempatnya," kata Kirom.
Senada disampaikan Perwakilan Gapoktan Tani Makmur Brebes, Gilang, teknologi selain berfungsi sebagai pengairan sawah, teknologi ini juga bisa menjadi solusi mengatasi krisis Air asin/rob.
"Kondisi pengairan kami sebelumnya sangat bergantung pada irigasi dari wilayah Selatan. Kalau musim kemarau, air rob masuk ke irigasi sehingga airnya jadi asin dan merusak tanaman. Adanya pompa tenaga surya yang diintegrasikan dengan sumur bor ini membuat air tidak asin lagi, sehingga petani bisa menanam kembali dan bahkan kami bisa merekayasa sendiri musim tanamnya agar lebih maju," jelas Gilang.(*)
0 Komentar