Tunggu 14 Tahun, Jemaah Haji Berusia 66 Tahun Ini Jalan Kaki Pulang ke Rumah


H. Mustofa(66) saat dirangkul Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha. 

Reporter: Alfito D
UNGARAN,KABARKS.COM— Kisah mengharukan datang dari Mustofa (66), jemaah haji asal Kabupaten Semarang yang baru saja kembali dari Tanah Suci.

Demi menunaikan nazarnya, kakek yang bekerja sebagai petani ini nekat berjalan kaki sejauh 34 kilometer dari Debarkasi Donohudan, Boyolali, menuju rumahnya di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh.

Aksi heroik tersebut sontak mengundang decak kagum masyarakat, termasuk Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha.

"Ini niat sejak awal untuk mensyukuri nikmat Gusti Allah karena saya diberi kesehatan dan dapat melaksanakan ibadah haji," ujar Mustofa menggunakan bahasa Jawa saat ditemui di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (10/7/2026) siang.

Usai acara penerimaan jemaah haji, Mustofa langsung menghampiri dan menyalami Bupati Semarang. 
Ngesti Nugraha menyambut hangat, menjabat erat tangan sang kakek, lalu memeluknya dengan penuh haru.

"Ini cerita yang sangat mengharukan dari Pak Mustofa yang berjalan kaki usai pulang ibadah haji," kata Bupati di hadapan ratusan jemaah yang memadati ruangan.

Mustofa mengaku harus menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Dalam perjalanan menuntaskan nazarnya berjalan kaki sejauh puluhan kilometer tersebut, ia didampingi oleh sang adik.

"Benar-benar sebuah nikmat dari Allah. Saya hanya petani, namun diberi kemudahan menjalankan ibadah," ucapnya dengan suara terbata-bata karena asupan emosi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, H. Rozikin, melaporkan bahwa seluruh jemaah haji asal wilayahnya telah kembali ke Tanah Air.

Dari total jemaah yang berangkat, terdapat dua orang yang dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka adalah Damanhuri bin Sahid (83) asal Desa Gogodalem (Bringin) dari Kloter 21, dan H. Fatoni asal Ambarawa dari Kloter 22.

"Total ada 907 jemaah yang kembali ke Tanah Air dengan selamat. Jumlah tersebut terdiri dari 901 jemaah reguler, satu pendamping KBUH, dan lima petugas haji daerah," papar Rozikin.

Rozikin menambahkan, Kabupaten Semarang direncanakan mendapat kuota sebanyak 800 orang jemaah pada musim haji tahun 2027 mendatang.

"Kami mengimbau para calon jemaah haji untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini. Termasuk mengantisipasi adanya kemungkinan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) pada tahun 2027," pungkasnya.


0 Komentar