Tragis! Akhir Hidup Pemuda di Branjang Ikan, Pilih Tenggelamkan Diri dengan Beban Tabung Melon

Reporter: Alfito D
AMBARAWA, KABARKS. COM – Warga Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di area branjang ikan kawasan Rawa Pening, Kamis (7/5/2026) pagi. Korban berinisial R (24), warga Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, ditemukan dalam kondisi tenggelam dengan beban berat terikat di kakinya.

Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan Polsek Ambarawa, Inafis Polres Semarang, dan warga setempat. Korban ditemukan di dasar rawa setelah petugas menarik jaring branjang milik warga bernama Fiktor (36).

"Saat jaring ditarik menggunakan katrol, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Di bagian kaki korban, ditemukan satu buah aki mobil ukuran 70 ampere dan satu tabung gas 3 kg yang dikaitkan menjadi satu sebagai pemberat," ujar AKP Ririh di lokasi kejadian.

Peristiwa ini bermula ketika korban datang ke kawasan wisata Kampoeng Rawa pada Selasa (5/5/2026) siang untuk menyewa branjang hingga Rabu pagi.

 Namun, saat pemilik branjang hendak menjemput pada Rabu pagi, korban sudah tidak ada di lokasi. 

Pemilik branjang sempat mengira korban melarikan diri setelah mencuri aki dan tabung gas miliknya, sehingga kendaraan korban diamankan di pos keamanan sebagai jaminan.

Keluarga korban yang melakukan pencarian kemudian mendatangi lokasi pada Rabu sore setelah mendapati motor korban terparkir di Kampoeng Rawa. 

Karena merasa ada kejanggalan, pihak kepolisian bersama warga melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan jasad korban pada Kamis pagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Polisi menyimpulkan korban murni melakukan aksi bunuh diri akibat permasalahan pribadi.

"Korban sengaja menceburkan diri dengan beban pemberat agar tenggelam.Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah telah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkas AKP Ririh.

0 Komentar