Laporan : Lela A
SEMARANG,KABARKS.COM – Provinsi Jawa Tengah bersiap memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala raksasa (mega farm) di Kabupaten Brebes.
Proyek strategis bernilai investasi besar dari PT Global Dairy Bersama (Djarum Group) ini diproyeksikan menjadi peternakan sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan peternakan sapi perah modern di Kabupaten Brebes. Investasi yang dikelola oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini dinilai sejalan dengan fokus Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2026 yang menitikberatkan pada swasembada pangan.
“Kita harus dukung agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing. Kondisi keamanan yang kondusif dan kemudahan perizinan di Jateng menjadi modal utama bagi investor,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima audiensi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan di Semarang, Kamis (16/4/2026).
Direktur Jenderal PKH Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa mega farm ini sangat krusial untuk menekan angka impor susu nasional yang saat ini masih mencapai 80 persen. Dengan populasi mencapai 30.000 ekor, proyek ini diperkirakan mampu menyumbang 18 persen dari total kebutuhan susu nasional.
“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar dalam satu hamparan di Indonesia. Jawa Tengah pun berpotensi naik ke peringkat kedua produsen susu nasional menyalip Jawa Barat,” kata Agung.
Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, memaparkan bahwa peternakan di atas lahan 710 hektare tersebut akan menggunakan teknologi close loop system. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas dan pupuk, sementara air akan didaur ulang demi keberlanjutan lingkungan.
"Target kami produksi perdana dimulai pada Desember 2027 dengan estimasi 180.000 ton susu per tahun. Proyek ini juga akan menyerap tenaga kerja lokal dan menggandeng sekitar 8.000 peternak rakyat untuk pengembangan pakan dan ternak," jelas Ihsan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyatakan kesiapannya mendukung regulasi di lapangan. Ia berharap investasi ini menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja baru bagi warga Brebes.
Persiapan lahan dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026, dengan target penyelesaian pembangunan fisik pada akhir 2027.
0 Komentar