Bupati Semarang Jamin Seleksi Perangkat Desa Transparan dan Bebas Intervensi

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. 

Laporan: Alfito D

UNGARAN, KABARKS. COM – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seleksi pengisian perangkat desa secara jujur, terbuka, dan transparan.

 Hal ini ditegaskan guna memastikan seluruh posisi perangkat desa yang kosong di berbagai wilayah Kabupaten Semarang diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. 

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menginstruksikan kepada seluruh tim seleksi dan kepala desa untuk menolak segala bentuk intervensi maupun praktik "titip-menitip" dalam proses rekrutmen ini. "Tidak boleh ada yang namanya titipan. Semua harus didasarkan pada kemampuan dan hasil tes objektif para peserta," tegas Bupati dalam keterangannya. 

Melibatkan Perguruan Tinggi Terkemuka
Untuk menjaga independensi dan kualitas ujian, Pemkab Semarang secara konsisten menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, yakni perguruan tinggi terkemuka. Dalam pelaksanaan sebelumnya, seleksi melibatkan lembaga seperti Center for Public Accountability (CPA) dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. 

Tahapan seleksi bagi para calon perangkat desa biasanya meliputi empat elemen utama: 
Tes Tertulis: Menguji pengetahuan umum dan regulasi pemerintahan desa.
Tes Kemampuan Komputer: Menilai kemahiran dalam operasional teknologi informasi untuk pelayanan publik.

Wawancara: Untuk mendalami visi, misi, dan karakter calon.
Penilaian Pengalaman Kerja: Memberikan apresiasi bagi mereka yang memiliki rekam jejak pengabdian sebelumnya. 

Antusiasme Tinggi dan Kebutuhan Pelayanan
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang seringkali mencapai ratusan orang untuk memperebutkan formasi yang tersedia di puluhan desa. Pengisian jabatan ini sangat krusial mengingat kekosongan posisi perangkat desa dapat menghambat efektivitas pelayanan administrasi kepada masyarakat di tingkat akar rumput. 

Pemerintah Kabupaten Semarang mengimbau kepada masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal Pemerintah Kabupaten Semarang dan tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelolosan dengan imbalan uang.(*) 


0 Komentar