Laporan : Alfito D
Kepala SDN Bringin 01, Budi Rahayu, menjelaskan bahwa pesantren kilat ini bukan sekadar pengisi waktu luang di bulan Ramadhan. Program ini dirancang sebagai sarana bagi siswa untuk memperdalam ibadah seperti salat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, hingga menerima materi keagamaan dari para guru sekolah.
"Momentum Ramadhan ini adalah kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun kebiasaan baik yang akan terus berlanjut meski Ramadhan berakhir," ujar Budi Rahayu saat memberikan keterangan pada Kamis (12/3/2026).
Salah satu agenda utama dalam rangkaian acara ini adalah aksi sosial pada hari kedua, di mana sekolah menyalurkan bantuan sembako. Bantuan tersebut menyasar siswa yatim atau kurang mampu di internal sekolah serta warga di lingkungan sekitar, meliputi wilayah Bringin, Bojong, Genthan, hingga Klopo.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SDN Bringin 01 yang berjumlah 268 orang (258 siswa Muslim dan 10 non-Muslim). Meski bertema Islami, semangat kebersamaan tetap dijunjung tinggi oleh 23 guru yang mendampingi. "Kami ingin SDN Bringin 01 lebih maju selangkah dibandingkan sekolah lain dalam pembentukan karakter anak," tambah Budi.
Dukungan penuh datang dari para wali murid. Eni L, salah satu orang tua siswa, memberikan apresiasi tinggi terhadap program rutin tahunan ini.
"Kami atas nama wali murid sangat mendukung dan berharap program seperti ini terus dilaksanakan setiap tahunnya. Ini sangat positif bagi perkembangan mental dan spiritual anak-anak kami," tutur Eni.
Acara Pesantren Kilat ini direncanakan akan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama sebagai puncak jalinan silaturahmi antara guru, siswa, dan warga sekolah.(*)
0 Komentar