Akses Nyatnyono-Lerep Putus Total Akibat Longsor, Bupati Ngesti Instruksikan Penanganan Cepat


Dok. istimewa. (Fb.Ngesti N) 

Laporan : Alfito D
UNGARAN, KABARKS.COM- Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, meninjau langsung lokasi titik longsor yang memutus total akses jalan penghubung Desa Nyatnyono dan Desa Lerep, Sabtu (28/3/2026). Pemerintah daerah kini memprioritaskan pembukaan jalur darurat guna memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial warga yang lumpuh total.

Bencana tanah longsor ini terjadi setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan badan jalan utama tertutup material tanah dan bebatuan. Berdasarkan data teknis di lapangan, titik longsor tercatat memiliki panjang sekitar 50 meter dengan ketinggian material mencapai 3 hingga 5 meter. Kondisi ini menyebabkan badan jalan amblas di beberapa titik, sehingga membahayakan kendaraan yang melintas.

Dalam tinjauannya bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan BPBD, Bupati Ngesti menegaskan bahwa keselamatan warga dan kecepatan penanganan menjadi fokus utama. "Kondisi ini tentu berdampak besar pada aktivitas masyarakat, sehingga penanganan cepat menjadi prioritas kami. Bersama tim teknis, kami terus berupaya mencari solusi terbaik agar akses jalan ini dapat segera dilalui kembali dengan aman," ujar Ngesti Nugraha.

Untuk tahap awal, Pemerintah menargetkan estimasi waktu pengerjaan jalur darurat selesai dalam 3 hingga 5 hari ke depan, tergantung pada kondisi cuaca. Namun, untuk perbaikan permanen termasuk penguatan tebing, diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan.

HARAPAN WARGA

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi transportasi harian. Suparman (45), salah satu warga Desa Nyatnyono, berharap pemerintah dapat membangun penguat jalan permanen agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami berharap jalannya tidak hanya sekadar dibersihkan, tapi juga diperkuat atau dipasang talud yang lebih kokoh. Kalau hanya dibersihkan, kami takut ada longsor susulan saat hujan deras lagi. Semoga cepat normal kembali karena anak-anak sekolah dan warga yang mau ke pasar harus memutar jauh," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan bencana lainnya di wilayah sekitar guna meminimalisir risiko bagi masyarakat.




0 Komentar