Kasus Ancaman dari BTS ARMY : PT Trisula Ungu Terbitkan Pernyataan Resmi Lindungi Karyawan



PT Trisula Ungu Indonesia, sebuah perusahaan psikologi di Indonesia, baru-baru ini membuat pernyataan tegas yang menarik perhatian luas di media sosial. Perusahaan ini secara terbuka mendukung karyawannya, Prasetja Widjaja, yang menjadi target ancaman dan pelecehan online dari komunitas penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY. Pernyataan resmi tersebut dirilis pada 11 November 2025 sebagai respons terhadap email yang diterima pada 9 November 2025, yang menuntut sanksi terhadap Prasetja karena dugaan gaslighting dan manipulasi opini di platform X (Twitter).

Kontroversi ini bermula dari peristiwa yang melibatkan Prasetja, yang dikenal di X dengan akun
@IamPrasPrasetja
dan
@Prasprasetja
. Ia mengunggah dukungan untuk rekan kerjanya di tengah konflik online yang memanas. Konflik ini dipicu oleh kampanye boikot terhadap beberapa merek Indonesia, termasuk dugaan ejekan terhadap RM, pemimpin BTS, melalui postingan media sosial pada awal November. Reaksi keras dari ARMY menyebabkan Prasetja menjadi sasaran, hingga mereka mengirimkan email ke tempat kerjanya, PT Trisula Ungu Indonesia, untuk meminta pemecatannya.
Dalam siaran persnya, PT Trisula Ungu Indonesia menjelaskan bahwa mereka telah melakukan verifikasi internal mendalam setelah menerima keluhan tersebut. Setelah diteliti secara profesional dan menyeluruh, perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran etik atau tindakan manipulatif dari Prasetja. Pernyataan tersebut mencakup empat poin utama:
  1. Perusahaan menerima semua keluhan yang sah terkait tindakan karyawan di luar batas hukum dan perusahaan.
  2. Mereka berharap penyelesaian yang adil dapat menjaga martabat semua pihak.
  3. Perusahaan siap mengambil tindakan institusional jika terbukti ada pelanggaran karyawan.
  4. PT Trisula Ungu Indonesia berkomitmen mendukung karyawannya melalui proses hukum yang mungkin terjadi.
Perusahaan juga mengecam segala bentuk pelecehan, doxxing, intimidasi, fitnah, atau tekanan yang dialami oleh perusahaan maupun stafnya, menegaskan dedikasi mereka pada perilaku etis dan moral.
Unggahan perusahaan ini memicu berbagai respons di X. Pengguna seperti
@coffebit
memuji sikap pelindung perusahaan, sementara
@ayiiii
. menambahkan sentuhan humor dengan meme yang menggambarkan kekagetan. Kritik dari
@andrew_mnhtns
mempertanyakan motif perusahaan, sedangkan
@feng9mihowl
mengapresiasi respons tersebut. Ada pula yang menyebut kasus serupa di merek skincare Somethinc, di mana karyawan menerima ancaman pembunuhan, sehingga memicu harapan akan langkah serupa dari perusahaan lain.

Kasus ini menyoroti pengaruh komunitas penggemar online dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengelola kontroversi terkait karyawan di era digital. Keputusan PT Trisula Ungu Indonesia untuk membela Prasetja dilihat sebagai perlawanan terhadap cyberbullying, dengan pernyataan mereka mendapatkan lebih dari 4.300 like. Kasus ini juga mencerminkan diskusi global tentang keselamatan tempat kerja dan tanggung jawab etis perusahaan di tengah ancaman online.
Hingga pukul 12:10 WIB pada 12 November 2025, situasi masih berkembang, dan PT Trisula Ungu Indonesia tetap konsisten mendukung karyawannya. Langkah ini mungkin menjadi preseden bagi perusahaan lain dalam menangani sengketa serupa, menyeimbangkan kesejahteraan karyawan dengan hubungan publik di dunia yang semakin terhubung. Pantau terus pembaruan mengenai perkembangan kasus ini!

0 Komentar